Mengenal Macam-macam Jenis Augmented Reality Sesuai Metode dan Aplikasi, Apa Saja?

Macam-macam augmented reality (pexels/thepaintedsquare)

Istilah augmented reality seakan-akan sudah menjadi hal yang sangat lumrah dan familiar dalam kehidupan manusia sehari-hari. Apalagi, teknologi menarik satu ini ini semakin mendominasi di kehidupan sehari-hari yang mana menyuguhkan pengalaman sangat interaktif dengan mengintegrasikan dunia realitas dengan dunia digital. Seiring kemajuan teknologi, augmented reality atau AR makin terjangkau serta mudah diakses lewat berbagai macam bentuk perangkat seperti mobile android, kamera, atau kacamata khusus.

Berdasarkan definisi, teknologi augmented reality ialah sebuah teknologi terkini yang mampu mengintegrasi konten digital ciptaan komputer dengan dunia realitas melalui konsep yang real-time. Itu berarti, teknologi AR sangat memungkinkan tiap penggunanya untuk melihat objek maya 3 dimensi ataupun 2 dimensi dengan diproyeksi di atas dunia nyata.

Para pengguna augmented reality tentu bisa mengalami interaksi lebih mendalam sesuai pada informasi tambahan di mana disisipkan pada lingkungan sekitar. Hal ini berbeda dengan virtual reality atau VR di mana yang secara keseluruhan menggantikan dunia nyata dengan lingkungan digital.

Sedangkan, augmented reality justru mampu menambah banyak kekayaan pada realitas fisik yang menyisipkan banyak sekali elemen digital. Artinya, para pengguna mampu terlibat langsung ke dalam pengalaman lebih intuitif, menyeluruh, serta lebih mendalam. Sehingga demikian, para pengguna bisa sembari melakukan interaksi dengan dunia nyatanya di sekitar masing-masingnya.

Ini Macam-macam Jenis Augmented Reality Berdasarkan Metode dan Aplikasinya

AR (pexels/fauxels)

Sebagian dari kita mungkin belum tahu bahwa teknologi augmented reality sendiri terbagi pada beberapa banyak jenis jika dilihat pada metode dan juga aplikasinya. Dengan banyaknya ragam jenis AR tentu bakal membuatnya punya berbagai jenis yang mampu memperluas kegunaan ataupun cakupannya dalam berbagai kondisi maupun situasi.

Selain itu, teknologi AR sendiri pastinya juga telah diusung dengan sejumlah komponen penting yang membuatnya capable bekerja secara maksimal dan punya kinerja optimal sesuai masing-masing kebutuhan para pengguna. Sedangkan, untuk komponen utama penunjang AR sendiri diantaranya seperti kamera, sensor, refleksi, proyeksi, dan banyak lagi. Adapun macam-maca jenis augmented reality sesuai aplikasi dan metodenya diantaranya meliputi:

1. Marker Based Augmented Reality

Jenis augmented reality yang pertama yakni Marker Based Augmented Reality. AR Jenis yang satu ini dikenal pula sebagai sebuah image recognition di mana perlu objek virtual khusus serta kamera untuk bisa memindainya.

Objek visual ini dapat berupa berbagai macam hal seperti misal kode QR, code ataupun simbol khusus yang kita sering jumpai di kehidupan sehari-hari. Perangkat AR ini mampu juga menghitung dan mengukur posisi serta orientasi marker dalam menampilkan banyak jenis konten digital paling sesuai sehingga demikian bisa dilihat langsung para pengguna.

2. Markerless Augmented Reality

Selanjutnya yaitu Markerless Augmented Reality, jenis AR paling banyak diintegrasi dalam aplikasinya. Teknologi ini sendiri memanfaatkan kecanggihan GPS, kompas, akselerometer, ataupun pengukur kecepatan yang telah tersemat dalam perangkat tertentu guna menyediakan data sesuai lokasi penggunanya berada. Tentu saja, perangkat yang telah dilengkapi oleh Markerless Augmented Reality adalah perangkat smartphone yang mana selalu memungkinkan buat tiap para penggunanya mendeteksi keberadaan.

3. Projection Based Augmented Reality

Projection Based Augmented Reality ialah AR yang bekerja memproyeksi cahaya ciptaan pada permukaan nyata. Misal, para pengguna dapat dengan mudahnya melakukan interaksi secara langsung dengan proyeksi tersebut. Teknologi yang satu ini seringkali juga dianalogikan layaknya hologram yang biasa kita sering lihat pada beberapa film sci-fi. Jenis augmented reality ini sudah terbukti sanggup mendeteksi / memindai interaksi di antara pengguna dengan proyeksi pada perubahannya.

4. Superimposition Based Augmented Reality

Beda dari kebanyakan jenis-jenis AR pada umumnya, di mana superimposition Based Augmented Reality ini adalah jenis AR yang punya capability khusus untuk mengubah tampilan asli dengan elemen augmented secara sebagian maupun juga sepenuhnya. Dari sinilah objek recognition memainkan perannya dalam menampilkan elemen augmented secara real time sesuai lingkungan fisik.

5. Web-based Augmented Reality

Sesuai seperti mana namaya, Web-based Augented Reality yaitu jenis AR yang memanfaatkan teknologi web yang memungkinkan akses secara langsung di browser. Sehingga demikian, pengguna tak perlu lagi akses dengan mengunduh aplikasi khusus terlebih dulu. Biasanya, teknologi AR satu ini sangat umum diakses oleh sebagian besar orang di perangkat smartphone bahkan seringkali dimanfaatkan juga dalam kehidupan sehari-hari seiring kecanggihan maupun kemajuan teknologi.

Dengan web-based augmented reality ini, para pengguna tentu saja dapat menjelajah pengalaman AR secara langsung di perangkat mereka masing-masing sesuai yang digunakan serta bisa terintegrasi dengan lingkungan fisik. Beberapa penyedia website pun sudah mengusung jenis AR ini sehingga sanggup dimanfaatkan atau diakses dengan mudah oleh masing-masing para pengguna.

6. Location-based Augmented Reality

Location-based Augmented Reality merupakan AR yang juga seringkali dikenal dengan sebutan Geo AR. Pasalnya, augmented reality jenis ini memanfaatkan informasi lokasi geografis perangkat khusus guna menambah elemen virtual lingkungan sekitar.

Contoh paling sederhana misal pada sebuah aplikasi tur virtual, panduan audio, atau informasi sejarah yang sanggup ditampilkan pada saat pengguna tengah berada di sebuah lokasi. Jika kita adalah pengguna Google Maps, maka kita tidak akan asing dengan teknologi AR satu ini lantaran selalu mendeteksi lokasi keberadaan perangkat beserta penggunanya. Adanya AR ini memungkinkan juga bagi siapapun untuk bisa melacak keberadaan ataupun mendeteksi lokasi pengguna berada.

7. Recognition-based Augmented Reality

Jenis augmented reality yang selanjutnya ialah bernama Recognition-based Augmented Reality. Untuk jenis AR satu ini menggunakan namanya teknologi pengenal objek maupun citra sehingga mampu mengidentifikasikan objek fisik ataupun sebuah gambar tertentu yang kita sering jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Pada saat gambar maupun objek tertentu teridentifikasi, elemen virtual maka aka ditambahkan guna menyediakan informasi tambahan ataupun pengalaman jauh lebih interaktif. Misal ketika kita ingin mengetahui sebuah produk tertentu lebih informatif, kita bisa gunakan pemindai atau google lens di mana itu bakal mengarahkan kita langsung pada website resmi pembuat produk tertentu yang menampilkan produk terkait secara informatif.

8. Projection Mapping

Ada pula jenis augmented reality berdasarkan metode beserta aplikasinya yakni Projection Mapping. Untuk jenis AR ini mampu menciptakan efek visual dengan kompleksitas sangat tinggi dengan mempergunakan proyektor sehingga bisa menutup permukaan fisik yang lebih kompleks. Contoh paling umum dari implementasi AR jenis projection mapping ini misal bangunan ataupun objek 3D, perubahan tampilan, atau juga penampakan fisik objek, sehingga menciptakan ilusi.

Melalui banyak ragam jenis augmented reality, para pengguna dapat menikmati pengalaman sangat interaktif lebih kaya pada berbagai konteks tertentu. Tak hanya sekedar jadi hiburan, kecanggihan AR mulai banyak juga dimanfaatkan dalam berbagai bidang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Macam-macam Jenis Augmented Reality Sesuai Metode dan Aplikasi, Apa Saja?"

Post a Comment