Keuntungan Memilih Investasi lewat Obligasi Negara dan Beberapa Risikonya

 

Pic: pexels/anna-nekrashevich

Obligasi negara jadi salah satu istilah yang kerap muncul dalam dunia investasi. Para investor khususnya tentu sudah memahami apa itu yang dinamakan dengan obligasi negara atau yang biasa disebut pula dengan government bond. Secara definitif, obligasi negara merupakan suatu obligas yang diterbitkan oleh negara atau pemerintah suatu negara tertentu dalam denominasi mata uang negara itu.

Selain itu, obligasi negara dalam denominasi valuta asing biasanya dikenal dengan nama obligasi internasional atau sovereign bond. Biasanya, obligasi negara seringkali disebut pula sebagai obligasi bebas risiko dikarenakan pemerintah dalam suatu negara tertentu bisa menaikkan pajak maupun mencetak uang dengan tujuan melunasi pembayaran obligasinya sewaktu sudah jatuh tempo.

Dalam hal demikian, yang dimaksud istilah bebas risiko tersebut yaituterjamin aman dari namanya risiko kredit. Akan tetapi, risiko lain masih tetap ada seperti contohnya yakni risiko nilai tukar buat investor asing yang mana nilai Dollar Amerika Serikat ini melemah pada beberapa mata uang sejumlah negara lain.

Pun demikian halnya terhadap risiko inflasi yang mana ketika jatuh tempo pelunasan obligasi itu nilai yang didapat investor akan mengalami pelemahan dari segi daya beli. Hal itu karena diakibatkan oleh inflasi yang lebih besar dibanding imbal hasil yang didapatkan.

Sejumlah Keuntungan Memilih Berinvestasi Melalui Obligasi Negara

Meskipun obligasi negara dapat juga mengandung risiko yang tinggi, terlebih jika diterbitkan oleh negara yang punya kemampuan kebijakan finansial kurang bagus, tapi setidaknya bisa memberikan sejumlah keuntungan tersendiri buat para investor. Apalagi, obligasi negara adalah sebagai sebuah instrumen investasi di mana menawarkan sejumlah benefit terlepas dari semua risiko yang ada.

Bahkan, beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh obligasi negara terbilang sangat menarik sehingga banyak yang tertarik untuk mencobanya. Di bawah ini terdapat sejumlah keuntungan yang menawan memilih berinvestasi lewat obligasi negara diantaranya seperti:

o   Pendapatan tetap dari kupon bunga

Keuntungan pertama obligasi negara ialah keuntungan berupa pendapatan tetap dari kupon bunga yang diberi secara periodic ataupun dalam periode tertentu yang ditetapkan publisher. Bunga obligasi secara umum lebih tinggi dibanding bunga deposito ataupun BI rate. Bukan itu saja, jatuh tempo obligasi bakal menentukan besaran dari bunga yang diberi kepada para investor.

o   Capital gain

Di sisi lain, obligasi negara pun memberi penawaran keuntungan lain pada selisih penjualan obligasi atau capital gain. Keuntungan tersebut didapat investor yakni pada saat melakukan penjualan obligasi di pasar sekunder ketimbang harga pokok maupun harga pembelian sewaktu obligasi tersebut terbit.

Jual beli obligasi sendiri dinyatakan atau diindikasikan ke dalam bentuk persentase pada harga pokok obligasi. Contohnya, harga pokok obligasi ialah sebesar 1 juta kemudian pasar sekunder diperjualbelikan pada harga 110%. Itu berarti, obligasi demikian ditransaksikan pada harga sebesar Rp1,1 juta.

Beberapa Risiko Utama Obligasi Pemerintah

Sebagai salah satu instrumen investasi, obligasi negara tentu menawarkan sejumlah keuntungan sangat menarik sepertimana yang sudah disampaikan sebelumnya. Namun, yang namanya instrumen investasi tetap tak lepas dari namanya risiko, bahkan buat obligasi pemerintah sendiri.

Namun demikian, segala risiko bisa diminimalisir bilamana anda sudah benar-benar paham dengan konsep obligasi dengan  menerapkan beberapa hal penting yang ada di dalamnya. Adapun beberapa risiko utama obligasi negara yang mesti dipahami oleh para investor sebelum hendak menetapkan  pilihan investasi masing-masing pada obligasi diantaranya yaitu:

o   Risiko likuiditas

Salah satu risiko yang paling utama dari obligasi negara yaitu risiko likuiditas. Risiko yang satu ini bisa terjadi kalau obligasi itu sulit buat dijualbelikan di market sekunder. Kemudian, obligasi bisa menjadi likuid kalau permintaan pasarnya lumayan tinggi. Biasanya, hal semacam itu dipengaruhi karakteristik penerbit, masa jatuh tempo obligasi bersangkutan, ataupun kupon bunga.

Risiko likuiditas sendiri melekat terhadap seluruh obligasi. Akan tetapi, obligasi negara cenderung lebih likuid dikarenakan adanya pihak yang melakukan tindakan sebagai seorang market maker yang mana mempunyai peran sebagai pembeli yang senantiasa siaga.

o   Risiko maturitas

Bukan hanya risiko likuiditas, obligasi negara pun punya risiko lain seperti risiko maturitas. Adapun risiko maturitas ini berkaitan dengan masa jatuhnya tempo obligasi. Kian lama masa jatuh temponya, tentu saja tingkat risikonya pun juga akan semakin tinggi. Namun sebagai jaminan kompensasi, pihak penerbit yang menjual obligasi yang masa jatuh temponya panjang bakal  memberi yang namanya kupon bunga jauh lebih tinggi.

o   Risiko suku bunga

Selanjutnya ada yang disebut risiko suku bunga dimana juga jadi salah satu risiko paling esensial dari obligasi negara. Harga obligasi berbanding terbalik dengan yang namanya suku bunga. Bilam suku bunga sebagai acuan, dalam hal ini BI Rate menurun sehingga harga obligasi cenderung naik. Tapi sebaliknya, pada aat suku bunga sedang naik maka harga obligasi pun cenderung bakal menurun

Oleh sebab itu, para investor yang melakukan aktivitas investasi pada obligasi mesti jeli dan juga teliti di dalam memproyesikan sebuah tren pergerakan suku bunga. Dengan begitu, obligasi yang dibeli dapat jadi investasi lebih optimal serta maksimal.

o   Risiko default / gagal bayar

Ini dia salah satu risiko terbesar dalam berinvestasi lewat obligasi negara yaitu adanya risiko defalt atau gagal bayar. Artinya, risiko ini melekat kuat pada obligasi korporasi. Sedangkan, obligasi sebuah negara kecil kemungkinan akan terjadi gagal bayar sepanjang pemerintah negara Indonesia tetp berdiri. Maka itulah, para investor mesti selektif serta benar-benar memahami karakteristik maupun kapabilitas finansial setiap para penerbit obligasi.

Karena, semakin tingginya penawaran nilai kupon bunga, tentunya akan jadi semakin besar juga risiko yang para investor harus tanggung. Namun, hal demikian bukanlah suatu risiko besar kalau mengingat adanya berbagai keuntungan bagi tiap investor.

Alasan Membeli Obligasi Negara

Bukan tanpa alasan obligasi negara mesti anda beli selain adanya beberapa keistimewaan menarik. Bahkan, terdapat sejumlah alasan mengapa perlu melakukan pembelian obligasi negara dikarenakan:

o   Investasi lebih aman

Umumnya, obligasi negara dinilai sebagai investasi yang sangat aman. Hal demikian dikarenakan adanya jaminan yang diberikan oleh pemerintah dalam suatu negara tersebut sehingga anda tidak  perlu khawatir ketika memilih membeli obligasi negara.

o   Pendapatan cenderung tetap

Alasan anda layak membeli obligasi negara lantaran bukan sekedar menjamin investasi lebih aman, bahkan juga pendapatan cenderung tetap. Anda akan memperoleh bunga yang secara berkala, memberi aliran dana yang lebih stabil.

o   Kontribusi bagi negara

Adapun alasan lain yang mengharuskan anda untuk membeli obligasi negara karena anda secara tak langsung mampu memberikan kontribusi bagi negara dan juga untuk pembangunan negara.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keuntungan Memilih Investasi lewat Obligasi Negara dan Beberapa Risikonya"

Post a Comment