9 Masjid Tertua di Dunia yang Masih Berdiri Megah, Jejak Suci Peradaban Islam
![]() |
| Inilah masjid tertua di dunia (pexels/aamirnazir) |
Peradaban
Islam telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah dunia, tidak hanya dalam
bidang ilmu pengetahuan, sastra, dan pemerintahan, tetapi juga dalam arsitektur
dan spiritualitas. Salah satu warisan teragungnya adalah masjid, tempat ibadah
umat Islam yang juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya
selama berabad-abad.
Seiring
penyebaran Islam ke berbagai penjuru dunia, berdirilah masjid-masjid megah yang
hingga kini masih kokoh berdiri, menyimpan kisah panjang perjalanan iman umat
Muslim. Berikut ini daftar masjid tertua di dunia yang tidak hanya memiliki
nilai sejarah tinggi, tetapi juga menjadi saksi perkembangan peradaban Islam
dari masa ke masa.
1. Masjid Quba – Madinah, Arab Saudi (622 M)
Masjid
Quba tercatat sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam. Didirikan pada tahun
622 M oleh Nabi Muhammad SAW tak lama setelah hijrah dari Makkah ke Madinah,
masjid ini menjadi simbol awal terbentuknya komunitas Muslim.
Masjid
Quba tidak hanya bersejarah karena usianya, tetapi juga karena keutamaannya.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa
pun yang bersuci di rumahnya lalu berangkat ke Masjid Quba dan melaksanakan salat
dua rakaat di dalamnya, maka pahalanya setara dengan satu kali umrah.
Kini,
Masjid Quba telah mengalami renovasi besar-besaran, tetapi tetap mempertahankan
nilai sejarahnya. Arsitekturnya yang elegan dengan kubah putih dan halaman luas
menjadikannya destinasi spiritual yang wajib dikunjungi oleh setiap peziarah ke
Madinah.
2. Masjid al-Haram – Makkah, Arab Saudi (631 M)
Sebagai
masjid suci pertama dan kiblat umat Islam di seluruh dunia, Masjid al-Haram
memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Di dalamnya berdiri Ka'bah, bangunan
suci yang pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail
AS sebagai rumah ibadah kepada Allah.
Meskipun
Ka'bah sudah ada jauh sebelum masa kenabian Muhammad SAW, masjid secara resmi
dibangun dan diperluas pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab dan Utsman bin
Affan sekitar tahun 631 M.
Kini,
Masjid al-Haram menjadi masjid terbesar di dunia, mampu menampung lebih dari 2
juta jamaah, terutama saat musim haji dan umrah. Pembangunannya terus diperluas
oleh berbagai dinasti Islam hingga pemerintahan Arab Saudi modern.
3. Masjid Nabawi – Madinah, Arab Saudi (632 M)
Masjid
Nabawi atau Masjid Rasulullah didirikan oleh Nabi Muhammad SAW sendiri pada
tahun 622 M, tetapi penyelesaiannya dilakukan sekitar tahun 632 M. Masjid ini
merupakan masjid kedua tersuci dalam Islam setelah Masjid al-Haram.
Di
dalamnya terdapat Raudhah, area yang disebut sebagai “taman surga” berdasarkan
sabda Nabi SAW. Di sisi lain, makam Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar
ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab juga berada di dalam kompleks masjid ini.
Seiring
waktu, Masjid Nabawi mengalami banyak perluasan. Kini, masjid ini menjadi salah
satu tempat paling dikunjungi oleh umat Islam dari seluruh dunia, terutama
ketika menunaikan ibadah haji dan umrah.
4. Masjid Al-Aqsa – Yerusalem, Palestina (705 M)
Masjid
Al-Aqsa adalah masjid ketiga tersuci dalam Islam setelah Masjid al-Haram dan
Masjid Nabawi. Tempat ini memiliki sejarah yang sangat panjang karena menjadi
arah kiblat pertama umat Islam sebelum dialihkan ke Ka'bah di Makkah.
Dibangun
pertama kali pada masa Khalifah Umar bin Khattab setelah penaklukan Yerusalem
pada tahun 637 M, kemudian diperluas oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada
tahun 705 M. Di kompleks Al-Aqsa juga berdiri Dome of the Rock (Qubbat
As-Sakhrah), yang terkenal dengan kubah emasnya yang ikonik.
Masjid
ini menjadi simbol penting bagi umat Islam dan masih menjadi pusat perhatian
dunia hingga hari ini karena signifikansinya dalam sejarah spiritual dan
politik.
5. Masjid Amr ibn al-As – Kairo, Mesir (641 M)
Masjid
ini merupakan masjid pertama yang dibangun di benua Afrika. Didirikan oleh Amr
ibn al-As, panglima pasukan Islam yang menaklukkan Mesir, masjid ini menjadi
pusat penyebaran Islam di Afrika Utara.
Meskipun
bangunannya telah mengalami renovasi berkali-kali, lokasi aslinya tetap
dipertahankan. Arsitektur Masjid Amr ibn al-As mencerminkan gaya sederhana khas
awal penyebaran Islam, dengan tiang-tiang marmer dan ruang salat yang luas.
Kini,
masjid ini masih digunakan untuk ibadah dan menjadi tempat penting dalam
sejarah Islam di Afrika.
6. Masjid Agung Kairouan – Tunisia (670 M)
Masjid
Agung Kairouan atau Masjid Uqba merupakan salah satu masjid tertua dan
terpenting di Afrika Utara. Didirikan oleh Jenderal Uqba ibn Nafi pada tahun
670 M, masjid ini menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam pada masa kejayaannya,
sering disebut sebagai “Al-Azhar sebelum Al-Azhar.”
Arsitekturnya
memadukan gaya Arab klasik dan pengaruh Romawi serta Bizantium. Dengan menara
tinggi dan halaman luas, masjid ini menjadi model bagi pembangunan
masjid-masjid lain di kawasan Maghrib dan Andalusia.
7. Masjid Umayyah – Damaskus, Suriah (715 M)
Masjid
Umayyah adalah salah satu masjid tertua dan paling megah di dunia Islam.
Dibangun pada masa Khalifah Al-Walid I dari Dinasti Umayyah pada tahun 715 M,
masjid ini berdiri di atas bekas kuil Romawi dan gereja Bizantium, menunjukkan
transisi sejarah dari masa ke masa.
Masjid
ini terkenal karena arsitekturnya yang memukau, mosaik berlapis emas, dan
menara-menara tinggi yang elegan. Selain itu, dipercaya bahwa makam Nabi Yahya
(John the Baptist) berada di dalam kompleks masjid ini.
8. Masjid Agung Xi’an – Tiongkok (742 M)
Islam
masuk ke Tiongkok sejak abad ke-7 melalui jalur perdagangan Jalur Sutra. Salah
satu bukti awal penyebaran Islam di negeri itu adalah Masjid Agung Xi’an, yang
dibangun pada tahun 742 M pada masa Dinasti Tang.
Menariknya,
arsitektur masjid ini memadukan gaya Islam dan tradisional Tiongkok. Bangunan
utamanya lebih menyerupai kuil Tionghoa, namun tetap menghadap ke arah kiblat
dan digunakan untuk salat hingga kini. Masjid ini menunjukkan bagaimana Islam
beradaptasi dengan budaya lokal tanpa kehilangan identitasnya.
9. Masjid Agung Cordoba – Spanyol (785 M)
Dikenal
sebagai Mezquita-Catedral de Córdoba, masjid ini dibangun pada masa
Kekhalifahan Umayyah di Andalusia. Awalnya merupakan masjid agung, tetapi
setelah penaklukan kembali Spanyol oleh pasukan Kristen pada abad ke-13,
bangunannya diubah menjadi katedral.
Meskipun
demikian, unsur arsitektur Islamnya tetap terjaga, seperti deretan tiang dan
lengkungan khas gaya Umayyah. Masjid Cordoba menjadi simbol kejayaan Islam di
Eropa dan bukti nyata toleransi budaya dalam sejarah.
Jejak yang Tak Pernah Pudar
Masjid-masjid
tertua di dunia bukan sekadar bangunan untuk beribadah. Mereka adalah saksi
bisu perjalanan panjang peradaban Islam tentang dakwah, ilmu pengetahuan, seni,
dan toleransi. Meski berusia lebih dari seribu tahun, banyak di antaranya masih
berdiri kokoh, menjadi tempat ibadah, pusat pendidikan, dan destinasi spiritual
bagi jutaan umat Islam.
Setiap
masjid membawa kisahnya sendiri: dari Masjid Quba yang dibangun oleh tangan
Nabi Muhammad SAW, hingga Masjid Cordoba yang menjadi saksi kejayaan Islam di
Eropa. Menelusuri jejak masjid-masjid ini sama artinya dengan memahami sejarah
umat Islam itu sendiri. Sebuah peradaban yang menyebar ke berbagai penjuru
dunia dan terus memberikan cahaya bagi peradaban manusia hingga hari ini.

0 Response to "9 Masjid Tertua di Dunia yang Masih Berdiri Megah, Jejak Suci Peradaban Islam"
Post a Comment